Mengatur risiko terpapar coronavirus (COVID-19): Industri pertanian

Pencegahan dan pengendalian paparan coronavirus (COVID-19) pada pekerja dalam industri pertanian.

Pembatasan Tahap 4 berlaku di Melbourne bagian metropolitan dan Pembatasan Tahap 3 berlaku untuk daerah regional Victoria

Selagi pembatasan 'Stay At Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 4 berlaku, berdasarkan industri Anda, tempat kerja Anda dapat diwajibkan untuk:

  • tidak melakukan pekerjaan di lokasi
    • tetap buka untuk pekerjaan di lokasi sesuai dengan sebuah Rencana COVIDSafe sudah ditetapkan
      • tunduk pada arahan pelaksanaan usaha terbatas atau kewajiban khusus industri.

        Pembatasan-pembatasan ini mungkin diperbarui kapan saja. Anda harus terus mengikuti kabar terbaru tentang perubahan untuk industri Anda.

        Persiapkan sebuah Rencana COVIDSafe

        Setiap tempat kerja yang beroperasi di lokasi selagi Pembatasan 'StayAt Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 4  berlaku wajib memiliki sebuah Rencana COVIDSafe (COVIDSafe Plan). Untuk tempat kerja yang beroperasi di lokasi selagi Pembatasan 'StayAt Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 3 berlaku, disarankan untuk memiliki sebuah Rencana COVIDSafe.

        Rencana COVIDSafe membantu usaha memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Chief Health Officer (CHO)) Victoria.

        Business Victoria mempunyai informasi tentang Rencana COVIDSafe atau COVIDSafe Plans, termasuk contoh dan panduan.

        Bagaimana kewajiban K3 saya dipengaruhi oleh pembatasan ini?

        Tidak ada perubahan pada kewajiban Anda di dalam Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (UU K3) tahun 2004 atau Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Peraturan K3) tahun 2017 akibat pembatasan ini.

        Mempersiapkan sebuah Rencana COVIDSafe merupakan bagian dari pengembangan sistem kerja yang aman, tetapi dengan memiliki sebuah Rencana COVIDSafe dan mematuhi arahan Kepala Dinas Kesehatan tidak langsung berarti bahwa Anda telah mematuhi semua tanggung jawab Anda yang diatur dalam UU K3 dan Peraturan K3.

        Anda harus mengikuti semua arahan kesehatan yang berlaku pada cara usaha Anda beroperasi serta memastikan bahwa Anda mematuhi semua kewajiban Anda seperti yang diatur di dalam UU K3. Para pekerja juga harus mematuhi tugas mereka seperti yang diatur UU K3.

        Coronavirus (COVID-19) dan pekerja dalam industri pertanian

        Coronavirus (COVID-19) dapat menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga parah. Gejala-gejala paling umum yang sering dilaporkan adalah:

        • demam
          • panas dingin atau keringat
            • batuk
              • sakit tenggorokan
                • sesak napas
                  • hidung beringus
                    • hilangnya indra penciuman atau pengecap

                      Dalam keadaan tertentu, sakit kepala, pegal otot, hidung tersumbat, mual, muntah dan diare juga dapat dipertimbangkan sebagai gejala coronavirus (COVID-19).

                      Coronavirus (COVID-19) paling mungkin menyebar dari satu orang ke orang lain melalui:

                      • kontak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi
                        • menyentuh benda atau permukaan (seperti pegangan pintu) yang terkontaminasi oleh orang yang sudah terinfeksi

                          Untuk informasi lebih lanjut tentang penularan dan gejala coronavirus (COVID-19), lihatlah situs web Department of Health and Human Services (DHHS) (lihat tautan di bawah).

                          Pekerja musiman, kontrak dan harian lepas (casual) merupakan bagian penting dari banyak tempat kerja di industri pertanian. Para pekerja ini mungkin sangat rentan terpapar coronavirus (COVID-19) karena:

                          • bekerja, tinggal dan bepergian dalam jarak dekat dengan orang lain
                            • pola kerja musiman yang dapat menyebabkan pekerja sering bergerak antara tempat kerja dan tempat tinggal, serta bertambahnya risiko penyebaran coronavirus
                              • sifat pekerjaan yang tidak tetap dapat membuat pekerja tidak terlalu mengerti akan:
                                • kebijakan dan prosedur tempat kerja
                                • prosedur keadaan darurat
                                • pelatihan khusus untuk keadaan coronavirus (COVID-19)
                                • kebijakan pengendalian infeksi
                                • kebersihan tangan
                                • apa yang harus dilakukan ketika mereka merasa tidak sehat
                                • cara menyampaikan kekhawatiran

                              Menurut Occupational Health and Safety Act 2004 (OHS Act) atau Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja tahun 2004 (UU K3), pemberi kerja bertanggung jawab untuk menyediakan dan mempertahankan, sejauh wajar dan dapat dilakukan, lingkungan bekerja yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan para pekerja, termasuk kontraktor independen. Hal ini termasuk mengendalikan risiko-risiko terhadap kesehatan, termasuk kesehatan psikologis, dan keselamatan yang terkait dengan kemungkinan terpaparnya pekerja terhadap coronavirus (COVID-19).

                              Para pekerja bertanggung jawab untuk memedulikan kesehatan dan keselamatan diri mereka sendiri dan orang lain secara wajar di tempat kerja dan bekerja sama dengan pihak pemberi kerja tentang tindakan yang diambil untuk mematuhi OSH Act (UU K3) atau OHS Regulations (Peraturan OHS).

                              Mengidentifikasi risiko dalam industri pertanian

                              Para pemberi kerja harus mengenali bahaya dan, jika perlu, menilai tingkat risiko paparan coronavirus (COVID-19) pada kesehatan pekerja di tempat kerja mereka.

                              Ini harus dilakukan melalui musyawarah dengan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR),  jika ada, dan pekerja, sejauh yang dirasa wajar dan dapat dilakukan.

                              Risiko bagi pekerja dalam industri pertanian antara lain:

                              • penggunaan fasilitas bersama di tempat kerja dan di akomodasi berkelompok, seperti kamar mandi, dapur dan tempat istirahat bersama
                                • transportasi bersama atau berkelompok, misalnya bepergian antara tempat akomodasi dan tempat kerja
                                  • pekerjaan yang mengharuskan pekerja berada dalam jarak dekat dengan orang lain
                                    • alat, mesin atau perlengkapan yang digunakan bersama

                                      Meningkatnya risiko penyebaran coronavirus (COVID-19) dapat terjadi ketika:

                                      • pekerja tidak berhak mendapat cuti kerja (seperti pekerja harian lepas) dan mungkin terus bekerja meski merasa tidak sehat
                                        • pekerja tidak mencari perawatan medis jika mereka sakit, misalnya, pekerja musiman, kontrakan dan harian lepas tidak menghubungi dokter umum setempat
                                          • pekerja tidak tahu ke mana dapat mengakses informasi yang dapat diandalkan, atau informasi dalam bahasa yang sesuai tentang keselamatan dan pencegahan coronavirus (COVID-19)

                                            Untuk informasi lebih lanjut, lihat tautan-tautan terkait di bawah ini.

                                            Risiko kelelahan dalam industri pertanian

                                            Wabah coronavirus (COVID-19) telah mengubah lingkungan kerja dan hidup bagi banyak pekerja di industri pertanian. Faktor seperti meningkatnya stres dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi, perubahan di lingkungan kerja dan meningkatnya tuntutan kerja, dapat meningkatkan risiko kelelahan di tempat kerja. Kelelahan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan meningkatkan kemungkinan cedera di tempat kerja.

                                            Mengendalikan risiko

                                            Jika ada risiko terhadap kesehatan yang diidentifikasi di tempat kerja, pihak pemberi kerja harus, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan, menghilangkan risiko tersebut. Jika tidak mungkin menghilangkan risiko, maka risiko tersebut harus dikendalikan, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan

                                            Berkonsultasi dengan pekerja

                                            Pemberi pekerja juga  bertanggung jawab untuk berkonsultasi dengan pekerja, kontraktor independen dan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSRs), sejauh yang dirasa wajar dapat dilakukan, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan yang langsung mempengaruhi mereka, atau yang mungkin langsung mempengaruhi mereka. Hal ini termasuk mendiskusikan identifikasi bahaya atau risiko dan keputusan tentang cara mengendalikan risiko yang berkaitan dengan coronavirus (COVID-19). Konsultasi tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur konsultasi yang telah disepakati.

                                            Jenis langkah pengendalian yang dibutuhkan bergantung pada tingkat risiko serta ketersediaan dan kecocokan langkah pengendalian untuk setiap tempat kerja, termasuk area kerja individu.

                                            Orientasi

                                            Proses orientasi yang komprehensif dapat mengurangi risiko terhadap kesehatan dan keselamatan, dan seharusnya termasuk:

                                            • memberikan orientasi dan pengenalan penuh tentang tugasnya
                                              • menyediakan pihak yang dapat dihubungi untuk mendapat bantuan
                                                • pelatihan tentang kebijakan dan prosedur terkait, misalnya, pelaporan insiden pengendalian infeksi dan pengendalian khusus terkait coronavirus (COVID-19)

                                                  Memastikan agar pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan

                                                  Tanggung jawab pemberi kerja untuk menghilangkan atau mengurangi risiko-risiko yang berhubungan dengan paparan COVID-19, sejauh dirasa wajar dan dapat dilakukan, termasuk memastikan bahwa:

                                                  • para pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan atau siapa yang harus diberi tahu jika mereka merasa kurang sehat atau mencurigai bahwa mereka telah terinfeksi, berdasarkan informasi yang diberikan oleh DHHS (lihat tautan di bawah)
                                                    • setiap pekerja yang tidak sehat tidak mendatangi tempat kerja, termasuk pekerja yang telah menjalani tes coronavirus (COVID-19)  atau yang telah dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19)

                                                      Jika ada pekerja yang menderita salah satu dari gejala-gejala coronavirus (COVID - 19), betapapun ringan, mereka harus:

                                                      • segera mengisolasi diri, mencari nasihat dari dokter atau DHHS di jalur telepon coronavirus (COVID-19) 24 jam di nomor 1800 675 398, dan minta agar dites
                                                        • memberi tahu majikan mereka sesegera mungkin, mengikuti prosedur yang diberlakukan di tempat kerja, dan memberi tahu majikan mereka jika keadaan mereka berubah (misalnya, jika mereka menerima diagnosis coronavirus (COVID-19) positif)

                                                          Notifiable incidents and coronavirus (COVID-19)

                                                          From 28 July 2020 new temporary regulations under the Occupational Health and Safety Act 2004 specify when employers and self-employed persons must notify WorkSafe of a confirmed diagnosis of coronavirus (COVID-19) in the workplace. For more information see the guidance Notifiable incidents involving coronavirus (COVID-19).

                                                          Penapisan (screening)

                                                          Majikan harus menerapkan proses penapisan (screening) untuk meminimalkan masuknya coronavirus (COVID-19) ke tempat kerja. Hal ini termasuk bertanya kepada pekerja sebelum mereka memasuki tempat kerja apakah mereka:

                                                          • terkena gejala coronavirus (COVID-19)
                                                            • pernah melakukan kontak dengan orang-orang yang dikonfirmasi terkena coronavirus (COVID-19)
                                                              • sedang harus mengikuti arahan kesehatan (misalnya, isolasi, karantina atau yang berkaitan dengan melakukan perjalanan)

                                                                Untuk memastikan agar kontak antara satu orang dengan lainnya diminimalkan, penapisan dapat dibuat dalam bentuk penilaian diri sendiri yang dapat dilakukan oleh pekerja sebelum mendatangi tempat kerja untuk setiap giliran kerja.

                                                                Kuesioner kesehatan coronavirus (COVID-19) bagi staf di situs web Business Victoria adalah alat penapisan pekerja yang berguna untuk pemberi kerja (lihat tautan di bawah).

                                                                Pemetaan tempat kerja

                                                                Jika ada seorang pekerja dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19), orang-orang yang mungkin tertular harus segera diidentifikasi.

                                                                Supaya memungkinkan pelacakan orang yang telah melakukan kontak dengan orang yang dikonfirmasi terkena coronavirus, pemberi kerja seharusnya menerapkan proses untuk mencatat jadwal dan lokasi kerja untuk pekerja.

                                                                Catatan tersebut seharusnya mencakup:

                                                                • hari dan waktu pekerjaan dilakukan
                                                                  • anggota tim yang bekerja bersama
                                                                    • tempat kerja yang spesifik
                                                                      • istirahat yang diambil, termasuk waktu dan lokasi

                                                                        Perpindahan antara lokasi kerja, atau antara bagian tempat kerja yang besar, seharusnya diminimalkan sebisa mungkin.

                                                                        Jika harus mendatangi lebih dari satu lokasi, perpindahan antara lokasi seharusnya dicatat dalam pemetaan tempat kerja.

                                                                        Penjagaan jarak fisik

                                                                        Jaga jarak fisik setidaknya 1,5 meter harus diterapkan sedapat mungkin.  Majikan atau pemberi kerja harus mempertimbangkan setiap tugas kerja dan apakah ada cara aman alternatif untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sambil menambah jarak antara pekerja.

                                                                        Langkah pengendalian lain dapat mencakup:

                                                                        • menandai jarak yang aman di area kerja, transit dan istirahat (misalnya, di lantai dan dinding)
                                                                          • mempertimbangkan pola giliran kerja yang berbeda untuk meminimalkan jumlah pekerja di lokasi kerja (misalnya, memperkenalkan giliran kerja pagi dan siang)
                                                                            • membuat waktu mulai giliran kerja, istirahat dan selesai kerja yang berbeda agar menghindari kepadatan di area dengan pergerakan tinggi dan mengurangi kontak pekerja yang satu dengan yang lainnya selagi mereka berpindah-pindah di lokasi kerja
                                                                              • merencanakan bagaimana penjagaan jarak fisik akan dipertahankan selama cuaca buruk (misalnya, penggunaan ruangan makan siang dan fasilitas lain)
                                                                                • memasang penghalang fisik sementara (misalnya, penghalang plastik) antara area kerja, jika sesuai.
                                                                                  • meletakkan perabotan berjauhan di area bersama untuk menjaga persyaratan jaga jarak fisik. Ketika mengganti tata letak fisik tempat kerja, pastikan tata letak tersebut memungkinkan orang masuk, keluar dan berpindah-pindah di dalam tempat kerja dengan aman
                                                                                    • mengarahkan sopir pengiriman agar tetap berada di kendaraan dan menggunakan metode non-kontak seperti ponsel untuk berkomunikasi dengan pekerja sebisa mungkin
                                                                                      • membuat jadwal giliran kerja untuk pekerja yang tinggal di akomodasi yang sama ke dalam unit kerja khusus, supaya mengurangi kemungkinan penularan coronavirus (COVID-19) di antara pekerja yang tidak tinggal bersama. Unit kerja khusus seharusnya terus mempraktikkan penjagaan jarak fisik jika memungkinkan, dan seharusnya dipisahkan dari unit kerja lain (misalnya, tidak tinggal bersama atau menggunakan fasilitas angkutan yang sama).

                                                                                        Jika tidak mungkin untuk menjalankan tugas pekerjaan sambil menjaga jarak fisik, langkah-langkah lain perlu diterapkan. Misalnya:

                                                                                        • meminimalkan jumlah interaksi antara satu orang dengan lainnya yang perlu dilakukan di dalam jarak kurang dari 1,5 meter
                                                                                          • meminimalkan jumlah individu yang terlibat dalam kegiatan yang harus dilakukan dalam jarak kurang dari 1,5 m antara satu dengan lainnya
                                                                                            • menyediakan alat pelindung diri (APD) (misalnya, sarung tangan, masker, pelindung wajah)

                                                                                              Catatan: APD adalah upaya perlindungan terakhir, dan hanya harus digunakan dalam situasi tertentu.

                                                                                              Informasi lebih lanjut tentang penggunaan APD secara aman dijelaskan di bawah.

                                                                                              Pertemuan dan pelatihan staf

                                                                                              Jika pemberi kerja harus langsung bertemu dengan pekerja untuk rapat atau pelatihan, maka pastikan bahwa:

                                                                                              • pekerja dapat menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dan mendapat ruang setidaknya 4 meter persegi per orang
                                                                                                • waktu tatap muka dibatasi
                                                                                                  • jumlah pekerja yang datang dibatasi sebisa mungkin
                                                                                                    • Jika dilakukan di dalam ruang, area tersebut diventilasi dengan baik
                                                                                                      • jika mungkin, gantilah rapat dan pelatihan tatap muka dengan video dan telekonferensi.

                                                                                                        Kebersihan

                                                                                                        Mempertahankan praktik kebersihan yang baik dapat mencegah penyebaran coronavirus (COVID-19). Pemberi kerja seharusnya:

                                                                                                        • Memastikan bahwa semua pekerja mengikuti praktik kebersihan yang baik, termasuk:
                                                                                                          • sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik
                                                                                                          • menutup hidung dan mulut dengan siku atau bahu ketika batuk dan bersin
                                                                                                          • tidak menyentuh mata, hidung dan mulut
                                                                                                        • Menampilkan informasi kebersihan di lokasi utama di tempat kerja seperti ruang makan siang, gudang kerja dan toilet dan dalam format yang dimengerti oleh semua pekerja.
                                                                                                          • Menyediakan cairan pembersih tangan dari alkohol di pintu masuk dan keluar lokasi kerja, serta di semua ruang makan dan istirahat.
                                                                                                            • Memberi tahu para staf tentang tempat pemasangan cairan pembersih tangan dan mendorong mereka menggunakan cairan itu secara teratur.
                                                                                                              • Mendiskusikan secara teratur persyaratan kebersihan dengan pekerja dan memantau untuk memastikan bahwa mereka mengikuti persyaratan itu.
                                                                                                                • Mengarahkan sopir pengiriman dan kontraktor yang mendatangi tempat kerja untuk menggunakan cairan pembersih tangan dari alkohol sebelum menangani produk yang sedang diantarkan.
                                                                                                                  • Memastikan bahwa fasilitas cuci tangan, atau jika itu tidak mungkin, cairan pembersih tangan dari alkohol, disediakan untuk semua pekerja setelah mengurusi pengiriman barang secara langsung.

                                                                                                                    Fasilitas

                                                                                                                    Majikan harus memastikan bahwa para pekerja dapat mengakses fasilitas yang sesuai. Majikan seharusnya meninjau dan menyesuaikan jumlah dan lokasi fasilitas, guna mengurangi pergerakan di sekitar lokasi kerja.

                                                                                                                    Fasilitas perlu menyertakan:

                                                                                                                    • fasilitas cuci tangan  (yang permanen atau sementara), seperti wastafel, air keran yang bersih, sabun dan handuk kertas, yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis agar pekerja bisa mengakses fasilitas-fasilitas tersebut secara tepat waktu
                                                                                                                      • akses pada cairan pembersih tangan
                                                                                                                        • bak sampah dengan penutup yang tidak perlu disentuh (misalnya, bak dengan pedal kaki)
                                                                                                                          • sanitisasi secara menyeluruh dan teratur
                                                                                                                            • sistem pengelolaan limbah yang tepat

                                                                                                                              Alat, mesin atau perlengkapan yang digunakan bersama

                                                                                                                              Hindarilah penggunaan bersama alat, mesin dan perlengkapan jika mungkin.

                                                                                                                              Jika tidak dapat meniadakan penggunaan bersama, pemberi kerja haruslah:

                                                                                                                              • menyediakan produk-produk pembersih (seperti semprotan atau larutan alkohol) di tempat alat, mesin dan perlengkapan bersama berada.
                                                                                                                                • menyimpan produk pembersih dekat dengan alat, mesin, dan perlengkapan selagi alata, mesin, dan perlengkapan itu dipindah-pindah di lokasi.
                                                                                                                                  • memastikan bahwa setiap operator mencuci atau membersihkan tangan dengan cermat sebelum dan sesudah setiap kali mereka menggunakan alat-alat, mesin dan perlengkapan kerja.
                                                                                                                                    • memastikan bahwa semua bagian dari alat, mesin dan perlengkapan (termasuk pegangan dan susuran tangan) dilap bersih sebelum dan sesudah setiap kali digunakan.

                                                                                                                                      Penggunaan bersama telepon, meja, kantor, komputer dan perangkat lain juga seharusnya dihindari. Jika ini tidak mungkin, benda-benda tersebut juga seharusnya dibersihkan secara teratur.

                                                                                                                                      Pembersihan

                                                                                                                                      Pembersihan dengan cermat dan rutin harus dilakukan untuk semua:

                                                                                                                                      • area kerja
                                                                                                                                        • angkutan transit (seperti mobil, bus dan minibus)
                                                                                                                                          • tempat umum dan area makan istirahat bersama
                                                                                                                                            • fasilitas yang digunakan bersama (seperti kamar mandi dan dapur)
                                                                                                                                              • perlengkapan yang digunakan bersama

                                                                                                                                                Pelatihan penggunaan bahan kimia dengan aman dan persyaratan kebersihan pribadi harus diberikan kepada siapa pun yang melakukan tugas pembersihan.

                                                                                                                                                Pembersihan harus dilakukan sesuai dengan informasi dari DHHS tentang pembersihan dan disinfeksi lokasi-lokasi usaha dan konstruksi (lihat tautan di bawah).

                                                                                                                                                Alat pelindung diri (APD)

                                                                                                                                                Pemberi kerja harus menyediakan informasi, instruksi, dan pelatihan tentang penggunaan, dekontaminasi, pemeliharaan dan pembuangan APD yang disediakan dengan aman. Mereka juga harus melakukan pengawasan yang diperlukan.

                                                                                                                                                PPD yang disediakan haruslah praktis untuk lingkungan kerja (misalnya, memungkinkan kejelasan pandang dan mobilitas) dan harus didekontaminasi atau dibuang pada akhir dari setiap giliran/sif kerja.

                                                                                                                                                Para pemberi kerja seharusnya memantau dan mendorong penggunaan PPD yang tepat, misalnya dengan memberikan informasi di poster tentang:

                                                                                                                                                • mencuci atau membersihkan tangan sebelum mengenakan PPD, dan memasang pelindung wajah sebelum mengenakan sarung tangan
                                                                                                                                                  • melepas sarung tangan sebelum pelindung wajah, mencuci atau membersihkan tangan setelah melepas PPD dan melakukan dekontaminasi atau membuang PPD bekas pakai dengan aman

                                                                                                                                                    Mengelola keletihan akibat kerja

                                                                                                                                                    Pemberi kerja harus mengenal bahaya keletihan di tempat kerja, menilai dan mengendalikan risiko, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan.

                                                                                                                                                    Langkah pengendalian dapat mencakup:

                                                                                                                                                    • memastikan pekerja dapat tidur cukup dan mendapat waktu pemulihan agar mengurangi risiko dari keletihan
                                                                                                                                                      • memberlakukan aturan giliran kerja, untuk meminimalkan keletihan, yang:
                                                                                                                                                        • memungkinkan jeda setidaknya sepuluh jam antara giliran kerja
                                                                                                                                                        • meminimalkan sif malam berturut-turut
                                                                                                                                                        • memungkinkan tidur untuk pemulihan selama dua malam setelah bekerja sif malam berturut-turut.
                                                                                                                                                      • memastikan adanya proses berlaku untuk meminimalkan pelanggaran aturan jadwal kerja yang dibuat untuk mengurangi kelelahan, misalnya menukar sif dan kerja lembur
                                                                                                                                                        • proses untuk menilai dan melaporkan keletihan pekerja dan kesejahteraan psikologis.

                                                                                                                                                          Bepergian ke, dari dan di sekitar tempat kerja

                                                                                                                                                          Jika pemberi kerja atau induk pemberi kerja menyediakan kendaraan bagi pekerja, mereka seharusnya:

                                                                                                                                                          • Menghindari membawa  lebih dari satu penumpang di dalam mobil atau bus, kecuali mereka tinggal di satu rumah bersama.
                                                                                                                                                            • Jika pekerja dari rumah tangga yang berbeda harus bepergian bersama, pertahankan jarak fisik setidaknya 1,5 m antara penumpang selama berada di dalam kendaraan, jika memungkinkan.
                                                                                                                                                              • Menyetel pendingin udara agar udara mengalir keluar daripada resirkulasi, atau membuka jendela, jika mungkin.
                                                                                                                                                                • Membersihkan dan membunuh kuman pada permukaan yang sering disentuh (misalnya, pintu, susuran tangan, sabuk pengaman dan jendela) dengan cairan pembersih dan larutan disinfektan yang sesuai di antara setiap perjalanan.
                                                                                                                                                                  • Jika transportasi disediakan oleh perusahaan perekrut tenaga kerja, berkonsultasilah dengan perusahaan tersebut tentang cara pelaksanaannya.

                                                                                                                                                                    Akomodasi bagi pekerja

                                                                                                                                                                    Jika pemberi kerja atau induk pemberi kerja menyediakan akomodasi bagi pekerja, mereka harus memastikan bahwa:

                                                                                                                                                                    • ada fasilitas yang memadai dan dapat diakses untuk membantu penerapan penjagaan jarak fisik dan kebersihan yang baik
                                                                                                                                                                      • ada pengaturan yang berlaku untuk memungkinkan pekerja memenuhi persyaratan isolasi diri, jika perlu
                                                                                                                                                                        • akomodasinya dibersihkan dan didisinfeksi sepenuhnya sebelum pekerja tiba, setelah mereka pergi dan serutin mungkin selama mereka menginap di sana
                                                                                                                                                                          • jika akomodasi disediakan oleh perusahaan perekrut tenaga kerja, berkonsultasilah dengan perusahaan tersebut tentang cara pelaksanaannya.

                                                                                                                                                                            Apa yang harus dilakukan jika ada pekerja yang terinfeksi coronavirus (COVID-19)

                                                                                                                                                                            Jika ada pekerja yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19), DHHS akan menghubungi orang tersebut untuk mengidentifikasi kontak dekatnya.

                                                                                                                                                                            Jika pekerja tersebut telah mendatangi tempat kerja selagi terinfeksi dan telah melakukan kontak dekat dengan pekerja lainnya, DHHS akan menghubungi pihak pemberi kerja.

                                                                                                                                                                            Pihak pemberi kerja atau majikan haruslah menetapkan rencana dan prosedur tanggapan untuk kasus yang dicurigai dan yang sudah dikonfirmasi, yang harus meliputi:

                                                                                                                                                                            • cara-cara konsultasi dan komunikasi dengan para pekerja, termasuk memastikan rincian kontak mereka sudah diperbarui.
                                                                                                                                                                              • menyimpan dan terus membarui informasi pemetaan tempat kerja.
                                                                                                                                                                                • mengidentifikasi lokasi di tempat kerja yang harus dibersihkan dan didisinfeksi.
                                                                                                                                                                                  • menerapkan sistem pembersihan dan disinfeksi yang sesuai, yang seharusnya diawasi oleh orang yang kompeten, sebelum area yang terkena boleh dimasuki kembali
                                                                                                                                                                                    • memberi para pekerja informasi yang relevan sebelum memasuki lokasi dan memulai pekerjaan kembali
                                                                                                                                                                                      • meninjau ulang dan merubah sistem untuk memastikan bahwa risiko sudah dikendalikan dengan efektif, melalui pembicaraan dengan para perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR) yang ada, serta pekerja.

                                                                                                                                                                                        Tanggung jawab hukum

                                                                                                                                                                                        Berdasarkan OHS Act (UU K3), pemberi kerja atau majikan memiliki tanggung jawab yang termasuk bahwa mereka harus, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan:

                                                                                                                                                                                        • Menyediakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan para pekerja dan kontraktor independen.
                                                                                                                                                                                          • Jika ada risiko terhadap kesehatan yang diidentifikasi di tempat kerja, menghilangkan risiko tersebut. Jika menghilangkan risiko dirasa tidak mungkin, risiko tersebut harus dikurangi, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan
                                                                                                                                                                                            • Menyediakan fasilitas yang memadai untuk kesejahteraan pekerja dan kontraktor independen.
                                                                                                                                                                                              • Menyediakan informasi, instruksi, pelatihan atau pengawasan untuk pekerja dan kontraktor independen sesuai kebutuhan agar memungkinkan orang-orang tersebut mengerjakan pekerjaan mereka dengan cara yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan mereka.
                                                                                                                                                                                                • Menyediakan informasi tentang kesehatan dan keselamatan kepada para pekerja, termasuk (jika sesuai) dalam bahasa lain selain bahasa Inggris.
                                                                                                                                                                                                  • Memantau kesehatan para pekerjanya.
                                                                                                                                                                                                    • Memantau kondisi di tempat kerja mana pun yang berada di bawah manajemen dan kendali pemberi kerja.
                                                                                                                                                                                                      • Memastikan bahwa orang-orang selain dari pekerja dari pemberi kerja tersebut tidak menghadapi risiko terhadap kesehatan atau keselamatan mereka yang disebabkan oleh pelaksanaan usaha pemberi kerja.
                                                                                                                                                                                                        • Berkonsultasi dengan para pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR), jika ada, tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan yang langsung berdampak, atau yang mungkin langsung berdampak pada mereka

                                                                                                                                                                                                          Orang yang bekerja untuk dirinya sendiri (self-employed) harus memastikan, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan, agar orang-orang tidak terpapar risiko kesehatan dan keselamatan akibat cara mereka menjalankan usahanya.

                                                                                                                                                                                                          Seseorang yang mengurus atau mengontrol sebuah tempat kerja harus memastikan, sejauh wajar dan dapat dilakukan, bahwa tempat kerja tersebut dan cara keluar masuk tempat itu aman dan tidak menimbulkan risiko pada kesehatan.

                                                                                                                                                                                                          Menurut UU K3, pekerja juga memiliki tanggung jawab, termasuk bahwa mereka harus:

                                                                                                                                                                                                          • Dengan wajar menjaga kesehatan dan keselamatan mereka sendiri.
                                                                                                                                                                                                            • Cukup menjaga kesehatan dan keselamatan orang-orang yang mungkin terkena dampak oleh tindakan atau kelalaian pekerja di tempat kerja.
                                                                                                                                                                                                              • Bekerja sama dengan pemberi kerja mereka sehubungan dengan tindakan apa pun yang dilakukan oleh pihak pemberi kerja untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh atau diatur di dalam UU K3