Mengatur risiko terpapar coronavirus (COVID-19): Pemrosesan daging dan unggas

Pencegahan dan pengendalian paparan coronavirus (COVID-19) terhadap pekerja di dalam industri pemrosesan daging dan unggas.

Pembatasan Tahap 4 untuk fasilitas pemrosesan daging berlaku di seluruh negara bagian Victoria

Selagi pembatasan 'Stay At Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 4 berlaku, pusat-pusat pemrosesan dan distribusi daging, produk daging dan makanan laut akan harus mengikuti arahan untuk melaksanakan usahanya secara terbatas dan harus memenuhi kewajiban-kewajiban khusus.

Kewajiban ini termasuk membatasi kapasitas produksi, para pekerja dibatas bekerja di satu tempat saja dan penetapan sebuah Rencana COVIDSafe.

Pembatasan-pembatasan ini mungkin diperbarui kapan saja. Anda harus terus mengikuti kabar terbaru tentang perubahan untuk industri Anda.

Persiapkan sebuah rencana COVIDSafe untuk Risiko Tinggi

Semua fasilitas pemrosesan daging yang beroperasi di Victoria diwajibkan untuk memiliki sebuah Rencana COVIDSafe untuk Risiko Tinggi (High Risk COVIDSafe Plan) selain sebuah Rencana COVIDSafe (COVIDSafe Plan).

Rencana COVIDSafe untuk Risiko Tinggi membantu usaha memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Chief Health Officer (CHO)) Victoria.

Business Victoria mempunyai informasi tentang Rencana COVIDSafe atau COVIDSafe Plans, termasuk contoh dan panduan.

Bagaimana kewajiban K3 saya dipengaruhi oleh pembatasan ini?

Tidak ada perubahan pada kewajiban Anda di dalam Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (UU K3) tahun 2004 atau Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Peraturan K3) tahun 2017 akibat pembatasan ini.

Persiapan sebuah Rencana COVIDSafe merupakan bagian dari pengembangan sistem kerja yang aman, namun dengan memiliki sebuah Rencana COVIDSafe dan mematuhi arahan Kepala Dinas Kesehatan tidak langsung berarti bahwa Anda telah mematuhi semua tanggung jawab Anda yang diatur dalam UU K3 dan Peraturan K3.

Anda harus mengikuti semua arahan kesehatan yang berlaku pada cara usaha Anda beroperasi serta memastikan bahwa Anda mematuhi semua kewajiban Anda seperti yang diatur di dalam UU K3. Para pekerja juga harus mematuhi tugas mereka seperti yang diatur UU K3.

Coronavirus (COVID-19) dan industri pemrosesan daging dan unggas

Infeksi coronavirus (COVID-19) dapat menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga parah. Gejala-gejala coronavirus (COVID-19) yang paling umum dilaporkan adalah:

  • demam
    • panas dingin atau keringat
      • batuk
        • sakit tenggorokan
          • sesak napas
            • hidung beringus
              • hilangnya indra penciuman
                • kelelahan atau keletihan

                  Coronavirus (COVID-19) paling mungkin menyebar dari satu orang ke orang lain melalui:

                  • kontak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi
                    • menyentuh benda atau permukaan (seperti pegangan pintu dan susuran tangga) yang terkontaminasi oleh orang yang sudah terinfeksi

                      Pekerja di industri pemrosesan daging dan unggas tidak terpapar coronavirus (COVID-19) melalui produk daging yang disentuh mereka, namun, ada kemungkinan naiknya risiko terpapar coronavirus (COVID-19) karena tugas-tugasnya biasanya memerlukan interaksi jarak dekat antara para pekerja, seperti jalur pemrosesan dan sifat pekerjaan yang cepat.

                      Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (UU K3) tahun 2004 mengatur bahwa para pemberi kerja bertanggung jawab untuk menyediakan dan menjaga, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan, lingkungan kerja yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan para pekerja. Kewajiban ini termasuk pula mencegah risiko terhadap kesehatan (termasuk kesehatan psikologis) dan keselamatan yang terkait kemungkinan terpapar coronavirus (COVID-19).

                      Para pekerja bertanggung jawab untuk memedulikan kesehatan dan keselamatan diri mereka sendiri dan orang lain di tempat kerja secara wajar, dan bekerja sama dengan pihak pemberi kerja tentang tindakan yang diambil untuk mematuhi OSH Act (UU K3) atau OHS Regulations (Peraturan OHS).

                      Mengidentifikasi risiko

                      Pemberi kerja harus mengenali risiko bahaya dan menilai tingkat risiko terhadap kesehatan para pekerja akibat terpapar coronavirus (COVID-19) di tempat kerja. Ini harus dilakukan melalui musyawarah dengan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR), jika ada, dan pekerja, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan.

                      Setiap kelompok pekerja di tempat kerja harus dipertimbangkan, dari pengiriman produk mentah hingga produk akhir. Hal ini dapat termasuk area-area seperti area penjagalan, pencabutan bulu, pemisahan tulang, manufaktur, pengemasan, penyimpanan, gudang, pergerakan forklift, pembersihan, pemeliharaan, dan staf kafetaria.

                      Beberapa faktor utama yang dapat turut menyebabkan pekerja industri daging dan unggas terkena coronavirus (COVID-19) adalah:

                      1. Jarak antara setiap pekerja

                        Pekerja sering kali bekerja dalam jarak dekat antara satu dengan lainnya di jalur pemrosesan. Pekerja mungkin juga saling berdekatan di lokasi-lokasi lain, seperti pintu masuk/keluar ke fasilitas, titik pendaftaran jam masuk/keluar, ruang istirahat, WC, ruang ganti sepatu, ruang loker/ ganti pakaian, kamar mandi dan toilet, dan ruang cuci sebelum memasuki area penjagalan atau ruang-ruang pemrosesan.

                      2. Durasi interaksi jarak dekat

                        Pekerja mungkin sering saling berinteraksi jarak dekat dalam waktu lama. Interaksi jarak dekat yang terus menerus dengan orang-orang yang mungkin sudah tertular akan meningkatkan risiko penularan coronavirus (COVID-19).

                      3. Jenis interaksi jarak dekat

                        Para pekerja dapat terpapar virus menular ini melalui tetesan-tetesan di udara yang masuk ke saluran pernapasan, misalnya, ketika pekerja di pabrik yang terinfeksi virus tersebut batuk atau bersin. Mungkin juga paparan itu dapat terjadi dari kontak dengan permukaan atau benda terkontaminasi, seperti alat, stasiun kerja, atau meja ruang istirahat.

                      4. Beberapa faktor khusus yang dapat meningkatkan risiko di antara pekerja industri daging dan unggas antara lain:
                        • adanya praktik umum di beberapa tempat kerja untuk menggunakan transportasi bersama, seperti van atau kendaraan pulang pergi yang ditumpangi bersama, mobil-mobil yang dipakai secara bergantian, dan angkutan umum.
                        • kontak yang sering dengan sesama pekerja di lingkungan masyarakat di tempat yang sedang ada penularan di masyarakat.

                      Mengendalikan risiko-risiko yang berhubungan dengan paparan coronavirus (COVID-19)

                      Face masks in workplaces

                      Directions from the Victorian Chief Health Officer about face masks are in place across Victoria. Everyone in Victoria over 12 must wear a fitted face mask outside of their home. For more information see the guidance Managing coronavirus (COVID-19) risks: Face masks in workplaces.

                      Jika risiko terhadap kesehatan diketahui di tempat kerja, para pemberi kerja harus, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan, menghilangkan risiko tersebut. Jika menghilangkan risiko tidak memungkinkan, risiko tersebut harus dikurangi, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan.

                      Pemberi pekerja juga memiliki tanggung jawab untuk berkonsultasi dengan pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR), sejauh yang wajar dapat dilakukan, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan yang langsung mempengaruhi mereka, atau yang mungkin langsung mempengaruhi mereka. Hal ini termasuk membicarakan keputusan tentang cara pengendalian risiko terkait coronavirus (COVID-19).

                      Setiap tempat kerja harus membuat rencana tersendiri untuk meminimalkan risiko dengan memperkenalkan berbagai langkah pengendalian. Jenis langkah pengendalian yang dibutuhkan bergantung pada tingkat risiko serta ketersediaan dan kecocokan langkah kendali untuk setiap tempat kerja, termasuk area kerja individu.

                      Penapisan dan karantina

                      Supaya meminimalkan risiko terpapar coronavirus (COVID-19), pihak pemberi kerja seharusnya mempertimbangkan penerapan proses penapisan pekerja sebelum mereka masuk ke tempat kerja dan memulai giliran kerja mereka. Proses tersebut dapat mencakup:

                      • menanyai pekerja apakah mereka baru-baru ini sempat bepergian atau melakukan kontak dengan orang yang sudah dikonfirmasi terkena coronavirus (COVID-19), atau pernah menderita gejala umum coronavirus dalam kurun waktu 48 jam terakhir (lihat daftar di atas)
                        • Melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan termometer tanpa sentuh. Harus diperhatikan bahwa tes seperti itu tidak akan menunjukkan apakah seseorang sedang terinfeksi coronavirus (COVID-19) atau tidak. Seseorang dapat bersuhu tubuh tinggi karena alasan lain atau sedang mengonsumsi obat yang menurunkan suhu tubuh mereka atau mungkin tidak mengalami gejala. Jika menggunakan cara ini, pemeriksaan suhu tubuh harus dipakai hanya sebagai panduan bersama dengan metode atau cara lain dalam membuat keputusan.

                          Perlengkapan pemeriksaan suhu tubuh harus bersih dan dapat diandalkan, dan harus ada protokol yang berlaku jika ada orang yang bersuhu tubuh tinggi.

                          Kebijakan dan prosedur untuk penapisan pekerja seharusnya dibuat melalui pembicaraan dengan pekerja, perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR), dan ahli medis terkait masalah pekerjaan.

                          Jika ada pekerja yang berada di tempat kerja dan menderita gejala-gejala coronavirus (COVID-19), pemberi kerja harus segera menyediakan masker jika memungkinkan, dan pekerja itu harus segera pulang, menelepon jalur informasi coronavirus (COVID-19) di nomor 1800 675 398, dan mematuhi panduan isolasi mandiri yang tersedia di situs web DHHS.

                          Tanggung jawab pemberi kerja untuk menghilangkan atau mengurangi risiko-risiko yang berhubungan dengan paparan COVID-19, sejauh dirasa wajar dan dapat dilakukan, termasuk memastikan bahwa:

                          • para pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan atau siapa yang harus diberi tahu jika mereka merasa kurang sehat atau menduga bahwa mereka telah terinfeksi, berdasarkan informasi yang disediakan oleh DHHS
                            • setiap pekerja yang tidak sehat tidak mendatangi tempat kerja, termasuk pekerja yang telah menjalani tes coronavirus (COVID-19) atau yang telah dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19)

                              Notifiable incidents and coronavirus (COVID-19)

                              From 28 July 2020 new temporary regulations under the Occupational Health and Safety Act 2004 specify when employers and self-employed persons must notify WorkSafe of a confirmed diagnosis of coronavirus (COVID-19) in the workplace. For more information see the guidance Notifiable incidents involving coronavirus (COVID-19).

                              Penjagaan jarak fisik

                              Salah satu cara penyebaran coronavirus (COVID-19) adalah melalui orang yang batuk atau bersin, sehingga ada tetesan-tetesan yang berpindah dari satu orang ke orang yang lain. Karena itulah salah satu cara terbaik untuk melindungi orang lain adalah mempraktikkan penjagaan jarak fisik.

                              Penjagaan jarak fisik berarti menjaga jarak setidaknya 1,5m dengan orang lain sebisa mungkin. Setiap upaya harus dilakukan supaya memastikan bahwa jarak setidaknya 1,5m antara pekerja ditetapkan dan dijaga. Jika ini tidak memungkinkan di dalam tempat tertutup, maka tidak boleh ada lebih dari 1 orang per 4 meter persegi di satu lantai.

                              Penjagaan jarak fisik haruslah dipraktikkan dan sangat didorong di tempat kerja pemrosesan daging dan unggas. Praktik ini termasuk di lantai pabrik, titik keluar dan masuk, fasilitas (toilet dan ruang ganti), area makan dan merokok, dan pada saat rapat.

                              Cara-cara pemberi kerja dan pekerja dapat mendorong penjagaan jarak fisik termasuk:

                              • Aturlah area kerja bersama sehingga pekerja diberi jarak antara seseorang dengan orang lain setidaknya 1,5m, jika memungkinkan. Perubahan dalam praktik produksi mungkin diperlukan untuk menjaga jarak yang tepat antara pekerja.
                                • Penggunaan penanda di lantai sebagai panduan penjagaan jarak minimum antara stasiun kerja.
                                  • Modifikasi penempatan stasiun kerja sehingga para pekerja tidak saling menghadap.
                                    • Jika jarak 1,5m antara pekerja tidak memungkinkan, pasanglah pemisah atau tirai lembaran plastik jika dapat dilakukan agar meminimalkan risiko penyebaran tetesan dari seorang pekerja kepada pekerja lainnya. Pemisah tersebut harus cukup tinggi agar mencegah tetesan dari batuk atau bersin yang mungkin dapat langsung sampai ke pekerja lain.
                                      • Pastikan setiap pekerja mempunyai perlengkapan/alatnya masing-masing.
                                        • Jika ada area merokok, pastikanlah bahwa ada jarak setidaknya 1,5m antara perokok. Hal ini dapat dicapai dengan memasang penanda di lantai dan, jika perlu, memperluas area merokok yang sudah diperuntukkan.
                                          • Minimalkan penumpukan pekerja yang menunggu untuk masuk ke dan keluar dari tempat kerja dan berbagai bagian tempat kerja dengan:
                                            • memperuntukkan pintu yang berbeda untuk masuk dan keluar di seluruh tempat kerja, jika memungkinkan
                                            • gunakanlah sebuah sistem masuk ke dan keluar dari lokasi dengan cara yang sebisa mungkin tidak memerlukan kontak sama sekali dan adalah cepat untuk masuk keluar
                                            • penggunaan penanda di lantai sebagai panduan penjagaan jarak minimum di pintu masuk dan keluar
                                          • Jika menggunakan kipas angin di tempat kerja seperti kipas angin berdiri atau kipas angin yang dipasang secara permanen, minimalkan udara dari kipas angin yang bertiup dari seorang pekerja langsung ke arah pekerja lainnya.
                                            • Aturlah ruang makan siang terpisah untuk setiap tim kerja jika memungkinkan.
                                              • Tentukan area istirahat dan makan siang tambahan atau alternatif untuk pekerja, seperti ruang pelatihan dan ruang rapat, atau ruang portabel.
                                                • Sediakanlah kursi tetap untuk setiap pekerja di ruang makan siang. Jika ini tidak dapat dilakukan, pemberi kerja harus memastikan ruang tersebut dibersihkan dan didisinfeksi secara tepat antara setiap penggunaan ruang makan oleh kelompok yang berbeda.
                                                  • Pasanglah pemisah di atas meja dan antara kursi di ruang makan siang.
                                                    • Batasilah setiap meja untuk 2 orang, di masing-masing ujung, kecuali jaga jarak yang lebih lebar dapat dilakukan (cabut kursi yang berlebihan), atau jika tidak, tambahkan pemisah ke meja-meja.
                                                      • Jika dapat dilakukan, aturlah waktu tiba, berangkat dan istirahat secara bergiliran agar menghindari kepadatan.
                                                        • Pertimbangkanlah untuk meningkatkan jeda waktu antara setiap giliran kerja.
                                                          • Tambahkanlah fasilitas di lokasi (termasuk toilet dan kamar kecil portabel) jika diperlukan supaya menjaga jarak 1,5 meter.
                                                            • Pisah-pisahkan bagian-bagian bangku supaya memastikan jarak 1,5m tetap terjaga.
                                                              • Tambahkanlah jumlah fasilitas cuci tangan.
                                                                • Tingkatkanlah jumlah area ganti pakaian, dan berikan waktu lebih lama untuk berganti pakaian, dan pertimbangkanlah membuat waktu berganti secara bergiliran jika dapat dilakukan.
                                                                  • Memperlambat produksi agar membuat waktu tambahan supaya mengurangi kepadatan di ruang cuci sepatu, ruang ganti pakaian dan ruang loker.
                                                                    • Gantilah keran di lokasi menjadi keran yang dapat dioperasikan dengan lutut atau kaki, buatlah sekat antara keran dan selang, dan gunakan kipas penyedot untuk mengurangi kelembaban tinggi.
                                                                      • Ciptakan jalur-jalur satu baris dengan penanda setiap 1,5m.
                                                                        • Pastikanlah bahwa pengawas atau orang yang sudah ditunjukkan memantau, mendorong dan memudahkan penjagaan jarak, khususnya di lantai pemrosesan, dan pencucian tangan serta sanitisasi.
                                                                          • Anjurkanlah kepada para pekerja agar tidak menumpangi mobil bersama jika memungkinkan.
                                                                            • Jika biasanya mengoperasikan satu sif, pertimbangkanlah untuk membagi pekerja-pekerja menjadi dua sif jika dapat dilakukan.
                                                                              • Pertimbangkanlah untuk memberikan cuti tambahan jika perlu karena COVID-19. Hal ini dapat mengurangi risiko adanya pekerja yang mendatangi tempat kerja ketika sedang tidak sehat oleh sebab kebutuhan keuangan.
                                                                                • Pertimbangkanlah untuk mengelompokkan tim-tim kerja menjadi sub-tim, agar mengurangi jumlah orang yang bekerja langsung di samping masing-masing pekerja. Hal ini akan meminimalkan penyebaran coronavirus (COVID-19) jika ada di tempat kerja, meminimalkan jumlah pekerja yang harus ditempatkan di karantina jika karantina diperlukan, dan meningkatkan efektivitas sistem kerja yang telah diubah (misalnya pembagian giliran kerja).
                                                                                  • Catatlah posisi staf setiap hari agar bisa dilacak kembali nantinya.
                                                                                    • Bangunlah komunikasi teratur untuk menekankan perlunya menjaga jarak fisik dan langkah pengendali lainnya. Rapat atau pelatihan tatap muka yang tidak penting seharusnya ditunda atau dibatalkan.
                                                                                      • Pertimbangkanlah untuk menghubungi seorang teknisi sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara untuk memastikan ada ventilasi yang memadai di area kerja agar membantu meminimalkan kemungkinan paparan coronavirus terhadap pekerja.
                                                                                        • Pengenceran ventilasi mungkin dapat pula digunakan di area lain dengan kepadatan pekerja seperti area ganti sepatu bot dan cuci untuk mengencerkan kontaminasi lingkungan tersebut dan lebih lanjut mengurangi kemungkinan risiko.

                                                                                          Jika langkah jaga jarak menyebabkan risiko kesehatan dan keselamatan baru, pemberi kerja harus mengelola risiko itu pula.

                                                                                          DHHS dan Departement Kesehatan Pemerintah Australia mempunyai poster dan sumber informasi lain yang ditujukan untuk mendidikkan masyarakat tentang coronavirus (COVID-19). Poster dan sumber informasi ini dapat dipasang di lingkungan kerja yang menghadap ke klien (misalnya, di pintu masuk tempat kerja).

                                                                                          Contoh praktik penjagaan jarak fisik

                                                                                          Salah

                                                                                          Pekerja ada di dalam jarak 1,5 meter satu dengan lainnya, berdampingan atau di stasiun kerja yang saling berhadapan

                                                                                          Employees are within 1.5 metres of one another, side by side or facing workstations.

                                                                                          Benar

                                                                                          Pemisah fisik, seperti sekat, memisahkan pekerja, yang satu dengan lainnya.

                                                                                          Sekat-sekat mungkin akan perlu disesuaikan supaya terpadu dengan jalur pemrosesan atau perlengkapan manufaktur lainnya.

                                                                                          Employees are spaced at least 1.5 metres apart, not facing one another.  Other configurations may be used to achieve similar distancing between employees.

                                                                                          Benar

                                                                                          Pekerja ada di jarak setidaknya 1,5 meter yang satu dengan lainnya, tidak saling menghadap.

                                                                                          Pengaturan lain mungkin bisa digunakan agar jaga jarak yang serupa antara pekerja dapat dicapai.

                                                                                          Physical barriers such as partitions, separate employees from each other.  Partitions may need to be adjusted to integrate with the processing line or other manufacturing equipment.

                                                                                          Benar

                                                                                          Pemisah fisik, seperti sekat, memisahkan pekerja, yang satu dengan lainnya.

                                                                                          Sekat mungkin perlu disesuaikan supaya terpadu dengan jalur pemrosesan atau perlengkapan manufaktur lainnya, termasuk tempat pekerja harus mengerjakan tugas secara berpasangan dan saling menghadap.

                                                                                          Untuk tugas yang dilakukan berpasangan, dengan pekerja yang berhadapan, sekat dapat diposisikan untuk melindungi pekerja tetapi masih memungkinkan bahan-bahan melewat.

                                                                                          Image shows employees needing to work in tandem and positions of partitions as recommended.

                                                                                          Sumber: Gambar-gambar ini sudah diadaptasi dari United States Center for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Meat and Poultry Packing Industry: Interim Guidance (Industri Pengemasan Daging dan Unggas: Panduan Sementara) dari CDC dan Occupational Health and Safety Administration (OHSA) atau Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

                                                                                          Kebersihan

                                                                                          Pembersihan lingkungan

                                                                                          Jumlah waktu hidup coronavirus (COVID-19) pada benda mati dan permukaan berbeda-beda. Membersihkan lingkungan adalah satu cara untuk menghilangkan virus tersebut.

                                                                                          Ikutilah nasihat DHHS tentang pembersihan - lihatlah dokumen 'Pembersihan dan disinfeksi untuk mengurangi penularan COVID-19' di laman DHHS tentang penyakit coronavirus (COVID-19) di bidang bisnis dan industri.

                                                                                          Rutinitas pembersihan yang biasa harus ditingkatkan, termasuk di bagian akhir setiap giliran kerja. Selain itu:

                                                                                          • Pastikanlah bahwa permukaan yang sering dipegang atau disentuh dibersihkan dan didisinfeksi secara teratur dengan deterjen atau larutan disinfektan yang sesuai.
                                                                                            • Sering membersihkan dan mendisinfeksi barang pribadi yang digunakan di tempat kerja seperti kacamata dan telepon genggam.
                                                                                              • Bersihkan ruang ganti sepatu bot dan kamar kecil (termasuk selang) setelah setiap waktu istirahat utama.
                                                                                                • Fasilitas tempat kerja termasuk dapur, ruang makan, ruang umum, ruang ganti, toilet, kamar mandi, pancuran air minum dan mesin penjual otomatis harus dibersihkan dan didisinfeksi, dan frekuensi pembersihan ini harus ditambah.

                                                                                                  Pembersihan tambahan dan kendali kebersihan yang mungkin diperlukan antara lain:

                                                                                                  • Memastikan bahwa permukaan dibersihkan jika pekerja menyebarkan tetesan (seperti bersin, batuk atau muntah).
                                                                                                    • Memastikan agar orang yang membersihkan memakai sarung tangan dan mengikuti rekomendasi pabrik tentang pemakaian PPD. Misalnya, pekerja mungkin harus mengenakan pelindung mata ketika menggunakan bahan kimia tertentu. Jika memungkinkan, cucilah tangan dengan sabun dan air setelah membersihkan atau, jika hal itu tidak mungkin, gunakanlah cairan pembersih tangan dari alkohol.
                                                                                                      • Sediakanlah cairan pembersih tangan dari alkohol di seluruh tempat kerja.
                                                                                                        • Sediakan bak sampah tertutup di tempat-tempat yang sesuai untuk para pekerja agar mereka dapat membuang sampah seperti tisu bekas pakai dengan bersih sesegera mungkin setelah digunakan.
                                                                                                          • Sediakan cairan pembersih tangan dari alkohol untuk digunakan pekerja segera setelah mereka membuang sampah.
                                                                                                            • Jika baju kerja pekerja dicuci di lokasi kerja, prosedur yang sesuai harus diberlakukan dan ditinjau ulang agar memastikan efektifitas.
                                                                                                              • Pertimbangkanlah menambah penggunaan udara segar (dari luar) dan mengurangi penggunaan AC yang disirkulasi ulang di area bersama.

                                                                                                                Untuk informasi lebih lanjut tentang pembersihan, lihatlah dokumen 'Pembersihan dan disinfeksi untuk mengurangi penularan COVID-19' di laman DHHS tentang penyakit coronavirus (COVID-19) di bidang bisnis dan industri.

                                                                                                                Kebersihan para pekerja

                                                                                                                Pastikanlah bahwa semua pekerja mempraktikkan kebersihan yang baik, termasuk dengan:

                                                                                                                • sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik, termasuk sebelum dan sesudah makan dan pergi ke toilet.
                                                                                                                  • menutup hidung dan mulut dengan siku atau tisu ketika batuk dan bersin
                                                                                                                    • tidak menyentuh mata, hidung dan mulut
                                                                                                                      • segera membuang tisu ke bak sampah, lalu mencuci tangan
                                                                                                                        • menggunakan cairan pembersih tangan dari alkohol
                                                                                                                          • membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan perlengkapan bersama setelah dipakai
                                                                                                                            • membatasi kontak dengan orang lain, termasuk berjabat tangan

                                                                                                                              Pemberi kerja harus memastikan agar fasilitas kamar mandi untuk pekerja dilengkapi dengan fasilitas kebersihan yang memadai termasuk air keran bersih, dan pasokan sabun yang cukup, air, handuk kertas sekali pakai atau mesin pengering tangan, dan tisu toilet. Benda-benda tersebut harus dijaga kebersihannya, dengan paoskan secukupnya dan harus berfungsi dengan baik.

                                                                                                                              Pemberi kerja juga harus menyediakan cairan pembersih tangan dari alkohol dengan kandungan alkohol setidaknya 60% jika sabun dan air tidak langsung tersedia. Cairan pembersih tangan harus ditempatkan di berbagai lokasi agar mendorong praktik kebersihan tangan. Jika memungkinkan, pilihlah stasiun cairan pembersih tangan yang tidak perlu disentuh.

                                                                                                                              Pemberi kerja juga seharusnya mempertimbangkan cara-cara lain untuk mendorong praktik kebersihan pribadi, seperti:

                                                                                                                              • mengadakan waktu istirahat singkat tambahan ke jadwal staf agar staf lebih sering dapat mencuci tangan mereka
                                                                                                                                • memperpanjang waktu istirahat yang sekarang dijadwalkan agar para pekerja dapat mengikuti prosedur praktik kebersihan yang baik
                                                                                                                                  • menyediakan tisu dan tempat sampah tanpa sentuh (misalnya yang dioperasikan dengan pedal kaki) untuk dipakai oleh pekerja
                                                                                                                                    • mendidik pekerja bahwa merokok dan penggunaan alat merokok tembakau tanpa asap dapat menyebabkan peningkatan kontak antara tangan dan mulut yang mungkin sudah terkontaminasi, dan bahwa dengan menghindari produk tersebut mereka dapat mengurangi risiko penularan
                                                                                                                                      • mendidik pekerja agar tidak menggunakan barang bersama seperti botol air atau rokok
                                                                                                                                        • mengurangi jumlah titik sentuh untuk pekerja, misalnya dengan membiarkan pintu askes terbuka, jika memungkinkan

                                                                                                                                          Pekerja harus diajar agar tidak menyentuh wajah mereka, terutama mata, hidung, dan mulut, terutama hingga mereka sudah benar-benar mencuci tangan setelah selesai kerja dan/atau setelah melepas perlengkapan pelindung diri (PPD).

                                                                                                                                          Perlengkapan pelindung diri (PPD)

                                                                                                                                          PPD adalah upaya perlindungan terakhir.

                                                                                                                                          Dalam keadaan tertentu, oleh karena risiko paparan tetesan yang masih tersisa setelah langkah-langkah kendali di atas (termasuk jaga jarak fisik dan penggunaan pemisah) telah dipertimbangkan dan diterapkan atau ternyata tidak praktis, masker atau pelindung wajah yang sesuai perlu disediakan. Misalnya, di beberapa area kerja (misalnya, area penjagalan) di tempat kerja yang lama atau yang tidak dirancang dengan baik, mungkin dalam jangka pendek, tidak memungkinkan penjagaan jarak fisik dan pemasangan pemisah yang tepat untuk mencegah transmisi tetesan/cipratan (seperti dari batuk dan bersin).

                                                                                                                                          Masker yang tepat termasuk respirator (yang memenuhi Standar Australia/Selandia Baru tentang alat pelindung pernapasan (AS/NZS 1716:2012) atau yang setara) dan masker bedah. Perlu dicatat bahwa masker bedah sudah cukup dan bahwa respirator harus diperuntukkan terutama untuk prosedur perawatan kesehatan spesialis.

                                                                                                                                          Jika PPD (seperti masker dan pelindung wajah) digunakan sebagai langkah kendali:

                                                                                                                                          • pemberi kerja harus memastikan bahwa PPD yang memadai tersedia di lokasi dan mudah diakses
                                                                                                                                            • pelatihan tentang pemakaian dan pemeliharaan PPD harus diberikan, bersama dengan pengawasan untuk memastikan PPD digunakan secara benar
                                                                                                                                              • masker sekali pakai seharusnya dibuang sesudah istirahat
                                                                                                                                                • masker yang bukan sekali pakai harus dibersihkan dan disimpan dengan benar ketika pergi beristirahat
                                                                                                                                                  • pelindung wajah atau pelindung mata yang dapat digunakan ulang harus dibersihkan dengan benar dan didisinfeksi setelah setiap kali dipakai

                                                                                                                                                    Pengiriman, kontraktor dan pengunjung yang mendatangi tempat kerja

                                                                                                                                                    • Kunjungan tidak penting ke tempat kerja harus dibatalkan atau ditunda.
                                                                                                                                                      • Minimalkan jumlah pekerja yang mengurusi pengiriman dan kontraktor sebisa mungkin.
                                                                                                                                                        • Sopir pengiriman dan kontraktor lain yang harus mendatangi tempat kerja, untuk pemeliharaan atau layanan perbaikan atau melakukan kegiatan penting lainnya, harus diberi instruksi jelas tentang persyaratan ketika mereka berada di lokasi.
                                                                                                                                                          • Memastikan fasilitas cuci tangan, atau jika tidak memungkinkan, cairan pembersih tangan dari alkohol, disediakan untuk semua pekerja setelah mengurusi pengiriman secara langsung.
                                                                                                                                                            • Sopir pengiriman dan kontraktor yang mendatangi tempat kerja harus disuruh tetap berada di kendaraan dan menggunakan metode non-kontak seperti ponsel untuk berkomunikasi dengan pekerja sebisa mungkin.
                                                                                                                                                              • Mengarahkan sopir pengiriman dan kontraktor yang mendatangi tempat kerja harus disuruh menggunakan cairan pembersih tangan dari alkohol sebelum menangani produk yang sedang diantarkan.
                                                                                                                                                                • Gunakanlah, dan minta sopir pengiriman dan kontraktor untuk menggunakan, dokumen elektronik jika memungkinkan agar meminimalkan interaksi fisik. Jika memungkinkan, tentukan cara alternatif daripada meminta tanda tangan. Misalnya, cobalah apakah email konfirmasi atau foto barang yang sudah dimuat atau dibongkar dapat diterima sebagai bukti pengiriman atau pengambilan (sebagaimana yang berlaku).

                                                                                                                                                                  Komunikasi dan kesejahteraan pekerja

                                                                                                                                                                  Pemberi kerja harus berkonsultasi dengan para pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan (jika ada) tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan yang langsung berdampak pada, atau yang mungkin langsung berdampak pada mereka, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan. Pemberi kerja juga harus:

                                                                                                                                                                  • memberikan informasi terkini kepada semua pekerja dalam format yang langsung dapat mereka pahami (misalnya, dalam bahasa ibu mereka), dan dalam berbagai format (misalnya, email, poster, lisan), termasuk pekerja yang sedang bercuti, kontraktor dan pekerja lepas harian.
                                                                                                                                                                    • memastikan bahwa ada rencana antisipasi yang berlaku untuk penggantian staf jika diperlukan

                                                                                                                                                                      Tanggung jawab hukum

                                                                                                                                                                      Berdasarkan OHS Act (UU K3), pemberi kerja atau majikan memiliki tanggung jawab yang termasuk bahwa mereka harus, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan:

                                                                                                                                                                      • menyediakan dan menjaga lingkungan kerja yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan pekerja dan kontraktor independen
                                                                                                                                                                        • menyediakan fasilitas yang memadai untuk kesejahteraan pekerja dan kontraktor independen
                                                                                                                                                                          • menyediakan informasi, instruksi, pelatihan atau pengawasan terhadap pekerja dan kontraktor independen sesuai kebutuhan agar orang-orang tersebut dapat menjalankan pekerjaan mereka dengan cara yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan
                                                                                                                                                                            • memantau kesehatan para pekerjanya
                                                                                                                                                                              • memantau kondisi di tempat kerja mana pun yang berada di bawah manajemen dan kendali pemberi kerja
                                                                                                                                                                                • memberikan informasi tentang kesehatan dan keselamatan kepada para pekerja, termasuk (jika sesuai) dalam bahasa lain selain bahasa Inggris
                                                                                                                                                                                  • memastikan bahwa orang-orang selain dari pekerja dari pemberi kerja tersebut tidak menghadapi risiko terhadap kesehatan atau keselamatan mereka yang muncul dari pelaksanaan usaha pemberi kerja
                                                                                                                                                                                    • berkonsultasi dengan para pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan, jika ada, tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan yang langsung berdampak, atau yang mungkin langsung berdampak pada mereka

                                                                                                                                                                                      Seseorang yang mengurus atau mengontrol sebuah tempat kerja harus memastikan, sejauh dapat dilakukan secara wajar, bahwa tempat kerja tersebut dan cara keluar masuk tempat itu aman dan tidak berisiko pada kesehatan.

                                                                                                                                                                                      Menurut UU K3, pekerja juga memiliki tanggung jawab, termasuk bahwa mereka harus:

                                                                                                                                                                                      • cukup menjaga kesehatan dan keselamatan mereka sendiri
                                                                                                                                                                                        • cukup menjaga kesehatan dan keselamatan orang-orang yang mungkin terkena dampak oleh tindakan atau kelalaian pekerja di tempat kerja
                                                                                                                                                                                          • bekerja sama dengan pemberi kerja mereka sehubungan dengan tindakan apa pun yang dilakukan oleh pihak pemberi kerja untuk menuruti persyaratan yang ditetapkan oleh atau diatur oleh UU K3

                                                                                                                                                                                            Rujukan

                                                                                                                                                                                            United States Center for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Meat and Poultry Packing Industry: Interim Guidance (Industri Pengemasan Daging dan Unggas: Panduan Sementara) dari CDC dan Occupational Health and Safety Administration (OHSA) atau Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja.