Pencegahan dan pengelolaan paparan coronavirus (COVID-19) di industri perawatan kesehatan dan bantuan sosial.

Informasi tentang pemakaian penutup wajah di tempat kerja untuk mengurangi risiko paparan coronavirus (COVID-19).

Pembatasan Tahap 4 berlaku di Melbourne bagian metropolitan dan Pembatasan Tahap 3 berlaku untuk daerah regional Victoria

Selagi pembatasan 'Stay At Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 4 berlaku, berdasarkan industri Anda, tempat kerja Anda dapat diwajibkan untuk:

  • tidak melakukan pekerjaan di lokasi
    • tetap buka untuk pekerjaan di lokasi sesuai dengan sebuah Rencana COVIDSafe sudah ditetapkan
      • tunduk pada arahan pelaksanaan usaha terbatas atau kewajiban khusus industri.

        Pembatasan-pembatasan ini mungkin diperbarui kapan saja. Anda harus terus mengikuti kabar terbaru tentang perubahan untuk industri Anda.

        Persiapkan sebuah Rencana COVIDSafe

        Setiap tempat kerja yang beroperasi di lokasi selagi Pembatasan 'StayAt Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 4 berlaku wajib memiliki sebuah Rencana COVIDSafe (COVIDSafe Plan). Untuk tempat kerja yang beroperasi di lokasi selagi Pembatasan 'StayAt Home' (Jangan Keluar Rumah) Tahap 3 berlaku, disarankan untuk memiliki sebuah Rencana COVIDSafe.

        Rencana COVIDSafe membantu usaha memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan arahan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Chief Health Officer (CHO)) Victoria.

        Business Victoria mempunyai informasi tentang Rencana COVIDSafe atau COVIDSafe Plans, termasuk contoh dan panduan.

        Bagaimana kewajiban K3 saya dipengaruhi oleh pembatasan ini?

        Tidak ada perubahan pada kewajiban Anda di dalam Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (UU K3) tahun 2004 atau Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Peraturan K3) tahun 2017 akibat pembatasan ini.

        Mempersiapkan sebuah Rencana COVIDSafe merupakan bagian dari pengembangan sistem kerja yang aman, tetapi dengan memiliki sebuah Rencana COVIDSafe dan mematuhi arahan Kepala Dinas Kesehatan tidak langsung berarti bahwa Anda telah mematuhi semua tanggung jawab Anda yang diatur dalam UU K3 dan Peraturan K3.

        Anda harus mengikuti semua arahan kesehatan yang berlaku pada cara usaha Anda beroperasi serta memastikan bahwa Anda mematuhi semua kewajiban Anda seperti yang diatur di dalam UU K3. Para pekerja juga harus mematuhi tugas mereka seperti yang diatur UU K3.

        Latar belakang

        Pada tanggal 16 Maret 2020, Pemerintah Victoria mengumumkan State of Emergency (Keadaan Darurat) di Victoria, agar membantu memperkecil penyebaran coronavirus (COVID-19).

        Jumlah kasus coronavirus (COVID-19) terkonfirmasi di Australia semakin bertambah. Keadaannya sedang berubah dengan cepat.

        Infeksi coronavirus (COVID-19) dapat menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga parah. Gejala-gejala umum coronavirus (COVID-19) adalah:

        • Demam
          • Panas dingin atau keringat
            • Batuk
              • Sakit tenggorokan
                • Sesak napas
                  • Hidung beringus
                    • Hilangnya indra penciuman

                      Para pekerja di industri perawatan kesehatan dan bantuan sosial sangat berisiko terpapar coronavirus (COVID-19). Para pekerja tersebut mungkin akan mengalami kontak dekat dengan pasien dan klien di fasilitas-fasilitas dan di rumah-rumah orang, dan karena mereka bekerja di lingkungan yang tingkat pergerakan manusianya tinggi.

                      Pemberi kerja atau majikan bertanggung jawab menyediakan dan mempertahankan, sejauh wajar dan dapat dilakukan, lingkungan bekerja yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan para pekerja. Hal ini termasuk pencegahan risiko-risiko terhadap kesehatan, termasuk kesehatan psikologis, dan keselamatan yang terkait dengan kemungkinan paparan coronavirus (COVID-19) akibat menyediakan perawatan kesehatan atau pelayanan bantuan sosial dalam keadaan saat ini.

                      Para pekerja bertanggung jawab untuk memedulikan kesehatan dan keselamatan diri mereka sendiri dan orang lain secara wajar di tempat kerja dan bekerja sama dengan pihak pemberi kerja tentang tindakan yang diambil untuk mematuhi OSH Act (UU K3) atau OHS Regulations (Peraturan OHS).

                      Informasi lebih lanjut tentang kewajiban pekerja dan pemberi kerja dijelaskan di bawah ini (lihat bagian tanggung jawab sesuai dengan Hukum).

                      Notifiable incidents and coronavirus (COVID-19)

                      From 28 July 2020 new temporary regulations under the Occupational Health and Safety Act 2004 specify when employers and self-employed persons must notify WorkSafe of a confirmed diagnosis of coronavirus (COVID-19) in the workplace. For more information see the guidance Notifiable incidents involving coronavirus (COVID-19).

                      Mengenali risiko-risiko terhadap kesehatan dalam industri perawatan kesehatan dan bantuan sosial

                      Para pemberi kerja atau majikan harus mengenal tingkat risiko paparan coronavirus (COVID-19) terhadap kesehatan pekerja di tempat kerja mereka, termasuk jika harus memberikan perawatan kesehatan di rumah pasien. Ini harus dilakukan melalui musywarah dengan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR) dan para pekerja.

                      Beberapa kegiatan yang mungkin menimbulkan risiko paparan coronavirus (COVID-19) antara lain:

                      • Memberikan perawatan atau bantuan langsung kepada orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                        • Memindahkan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                          • Penularan dari pekerja yang mungkin telah terpapar pasien yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19) ke pekerja lainnya.
                            • Melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol (mis: bronkoskopi, intubasi trakea, terapi oksigen saluran hidung beraliran tinggi yang non-invasif, ventilasi manual sebelum intubasi, resusitasi jantung paru, induksi sputum, penyedotan (suctioning), penggunaan nebuliser) pada orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                              • Pemeriksaan fisik pada orang yang memiliki gejala yang konsisten dengan infeksi coronavirus (COVID-19) infection.
                                • Membersihkan perlengkapan medis yang digunakan dengan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                  • Petugas pembersih, staf domestik atau pengunjung yang memasuki ruangan berisi orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                    • Membersihkan peralatan makan, piring, gelas atau benda lain yang digunakan oleh orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                      • Membersihkan ruangan dan area umum di mana orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19) pernah berada.
                                        • Berpindah melalui area tempat orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19) berada (misalnya, bangsal, koridor, ruang tunggu, kafetaria, area bersama di tempat hunian).
                                          • Penanganan sampel pernapasan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                            • Tugas di meja penerima termasuk berinteraksi dengan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                              • Menangani limbah atau perlengkapan pelindung diri (PPD) terkontaminasi, yang telah dipakai oleh staf yang merawat orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).

                                                Para pemberi kerja harus mengenal apakah ada risiko tambahan lain sebagai akibat coronavirus (COVID-19), antara lain:

                                                • Kekerasan dan agresi terkait pekerjaan (baik di tempat kerja maupun di area publik di mana staf mungkin mengenakan seragam), karena buruknya manajemen garis depan, cepat berubahnya informasi, bertambahnya beban kerja, penerapan pembatasan pemerintah dan ketakutan publik tentang coronavirus (COVID-19).
                                                  • Kelelahan, akibat bertambahnya beban kerja, jumlah staf yang kurang memadai, giliran kerja tambahan atau diperpanjang dan tekanan lain.
                                                    • Stres, akibat trauma sekunder (vicarious trauma), bertambahnya beban kerja dan peningkatan kadar konsentrasi yang berlangsung terus menerus.
                                                      • Ketersediaan pasokan barang, seperti PPD atau perlengkapan pembersihan.
                                                        • Kekurangan tenaga kerja dan keterampilan, termasuk perubahan pada susunan angkatan kerja atau tugas yang biasanya dilakukan oleh pekerja.
                                                          • Kepraktisan penggunaan PPD di lingkungan garis depan (misalnya memasuki rumah pasien, merawat pasien di lantai sebuah tempat hunian).
                                                            • PPD menjadi tidak efektif atau rusak sebab faktor-faktor lingkungan (misalnya, jubah petugas paramedis yang tersangkut atau robek karena angin kencang).

                                                              Mengendalikan risiko terhadap kesehatan

                                                              Jika ada risiko terhadap kesehatan, termasuk kesehatan psikologis, yang diidentifikasi di tempat kerja, pihak pemberi kerja harus, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan, menghilangkan risiko tersebut. Ketika menghilangkan risiko dirasa tidak memungkinkan, risiko tersebut harus dikendalikan, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan.

                                                              Pemberi kerja juga memiliki tanggung jawab untuk berkonsultasi dengan pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan (HSR) (jika ada), mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan atau keselamatan yang langsung mempengaruhi mereka, atau yang mungkin langsung mempengaruhi mereka.

                                                              Hal ini termasuk berkonsultasi tentang penentuan bahaya atau risiko, dan keputusan tentang cara mengendalikan risiko yang berkaitan dengan coronavirus (COVID-19) di tempat kerja (misalnya, bekerja di lokasi selain dari tempat kerja biasa, prosedur untuk mengurus orang yang sudah meninggal).

                                                              Jenis langkah pengendalian yang dibutuhkan bergantung pada tingkat risiko serta ketersediaan dan kecocokan langkah kendali untuk setiap tempat kerja, termasuk area kerja individu.

                                                              Langkah pengendalian dapat mencakup:

                                                              Sistem kerja

                                                              • Mengembangkan rencana-rencana di tingkat organisasi untuk menangani lonjakan permintaan akibat coronavirus (COVID-19) termasuk persiapan dan penerapan langkah pengendalian agar mencegah risiko paparan coronavirus pada para pekerja. Rencana-rencana ini harus disiapkan sesuai dengan nasihat yang diberikan di situs web coronavirus (COVID-19) dari Department of Health and Human Services (DHHS) (lihat tautan di bawah ini).
                                                                • Mengembangkan rencana-rencana tingkat fasilitas yang menjelaskan kendali yang akan diberlakukan jika terjadi wabah (misalnya, karantina penghuni, pemakaian fasilitas kamar mandi dan dapur), sesuai dengan nasihat yang disediakan oleh DHHS.
                                                                  • Pencegahan kontak yang tidak perlu dengan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19) (misalnya, penapisan awal lewat telepon untuk melakukan triase ke fasilitas yang tepat, konsultasi lewat telepon).
                                                                    • Meminimalkan risiko infeksi silang dengan memisahkan tim-tim yang merawat kasus pasien yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                                                      • Membatasi penularan dengan menempatkan pekerja untuk bekerja di satu bangsal atau fasilitas saja untuk setiap giliran kerja.
                                                                        • Membatasi penularan melalui perawatan medis di rumah dengan selalu menempatkan pasien atau klien ke pekerja yang sama untuk setiap sif.
                                                                          • Terus-terusan menerapkan langkah jaga jarak fisik di semua tempat kerja, termasuk di lingkungan klinis dan non-klinis selama waktu pengalihan, penyuluhan, kunjungan rumah dan pemeriksaan kesejahteraan.
                                                                            • Nasihat tegas kepada staf untuk memastikan agar mereka tidak masuk ke tempat kerja jika merasa kurang sehat.
                                                                              • Memantau kesehatan para pekerja untuk membantu deteksi dini orang yang dicurigai terinfeksi coronavirus (COVID-19) supaya mencegah penularan.
                                                                                • Memastikan rencana kelanjutan usaha berlaku ketika ada ketidakhadiran staf, termasuk proses orientasi yang sesuai dan pelatihan khusus konteks tertentu untuk staf yang ditugaskan ke area di luar tempat kerja mereka yang biasa.

                                                                                  Mengacu pada informasi layanan kesehatan di situs web DHHS, termasuk perangkat yang dapat membantu perencanaan dan penerapan sistem kerja yang aman.

                                                                                  Lingkungan dan fasilitas kerja

                                                                                  • Mengubah lingkungan kerja untuk mencegah kontak yang tidak perlu dengan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19), misalnya, fasilitas yang sudah ditentukan, penghalang perspeks di meja penerima, pintu masuk dan keluar yang ditentukan untuk orang yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19).
                                                                                    • Menyediakan dan mendorong penggunaan fasilitas atau produk (misalnya, tempat cuci tangan dengan sabun dan handuk tangan, cairan pembersih tangan mengandung kadar alkohol melebihi 60%, larutan pemutih untuk disinfeksi/pembersihan) agar pekerja dapat terus mempraktikkan kebersihan yang baik.
                                                                                      • Menghindari penggunaan bersama dari telepon, meja, kantor, dapur atau alat dan perlengkapan kerja.
                                                                                        • Sanitasasi tempat kerja secara menyeluruh dan rutin
                                                                                          • Sistem pengelolaan limbah yang tepat, termasuk pembuangan PPD yang terkontaminasi secara aman.
                                                                                            • Memberi pekerja waktu yang cukup untuk membersihkan diri dan mengganti baju mereka sebelum akhir giliran kerja mereka.
                                                                                              • Memastikan bahwa semua pekerja dapat mengakses lokasi yang bersih dan aman untuk istirahat makan.

                                                                                                PPD

                                                                                                • Menyediakan PPD yang sesuai untuk tingkat risiko yang terkait dengan tugas, sesuai dengan panduan dari DHHS untuk layanan kesehatan dan dokter umum (tautan di bawah). Informasi, instruksi dan pelatihan harus diberikan dan harus menyertakan informasi mengapa PPD diperlukan, cara menggunakannya dengan aman, cara melepaskannya dengan aman dan cara membuangnya sesuai dengan panduan DHHS.
                                                                                                  • Memastikan bahwa PPD yang disediakan praktis untuk lingkungan kerja.
                                                                                                    • Menyediakan pakaian untuk dipakai oleh pekerja di tempat kerja guna mengurangi risiko kontaminasi silang pakaian selama perjalanan dari dan di rumah serta mengurangi risiko kekerasan yang terkait pekerjaan ketika sedang pulang pergi ke dan dari tempat kerja.
                                                                                                      • Menyediakan fasilitas memadai agar pekerja dapat melepas dan membuang PPD dan pakaian yang terkontaminasi secara aman.
                                                                                                        • Menyediakan layanan penatu atau cuci pakaian bagi pekerja untuk mengurangi perlunya memindahkan dan menangani pakaian yang mungkin terkontaminasi.
                                                                                                          • Berkomunikasi secara teratur dengan staf tentang persediaan PPD (misalnya, jumlah stok yang ada).

                                                                                                            Komunikasi dan kesejahteraan pekerja

                                                                                                            • Berkonsultasi dengan perwakilan kesehatan dan keselamatan kerja (HSR) dan pekerja sesering yang diperlukan agar mereka dapat memberi masukan untuk anjuran perubahan apa pun.
                                                                                                              • Mengomunikasikan harapan dan kondisi kerja yang berubah kepada pasien, klien, dan pengunjung agar mengurangi risiko infeksi pekerja dengan coronavirus (COVID-19).
                                                                                                                • Memberikan informasi dalam bentuk dan bahasa yang dapat segera dipahami oleh pekerja.
                                                                                                                  • Memastikan bahwa pekerja yang dianggap menghadapi risiko tinggi terkait paparan coronavirus (COVID-19) diberikan kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang berisiko rendah sebisa mungkin.
                                                                                                                    • Menggunakan pertemuan lewat video untuk mengajar atau rapat departemen.
                                                                                                                      • Memastikan agar para pekerja mengambil jeda istirahat secara teratur dan dapat mengakses fasilitas yang memadai selama jeda istirahat.
                                                                                                                        • Memberikan informasi terkini kepada semua pekerja, termasuk pekerja yang sedang bercuti, kontraktor dan pekerja lepas harian.
                                                                                                                          • Memastikan agar pekerja mengetahui cara menangani, mengangkut dan mendisinfeksi pakaian dan benda yang dipakai di tempat kerja dan mungkin terkontaminasi (misalnya, sepatu, telepon, dan tanda pengenal).
                                                                                                                            • Memastikan agar pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan, atau siapa yang harus diberi tahu jika mereka merasa tidak sehat atau merasa bahwa mereka telah terinfeksi, sesuai dengan informasi yang diberikan oleh DHHS (lihat tautan di bawah)
                                                                                                                              • Memastikan agar pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan atau siapa yang harus diberi tahu jika mereka merasa tidak aman atau tidak nyaman di tempat kerja.

                                                                                                                                Jika ada pekerja yang mengidap gejala-gejala COVID-19, pekerja tersebut harus segera melakukan isolasi mandiri, menelepon jalur informasi coronavirus di nomor 1800 675 398 atau dokter mereka dan mengikuti panduan isolasi mandiri yang ada pada situs web DHHS (tautan di bawah ini).

                                                                                                                                Tanggung jawab pemberi kerja untuk menghilangkan atau mengurangi risiko-risiko yang berhubungan dengan paparan COVID-19, sejauh dirasa wajar dan dapat dilakukan, termasuk memastikan bahwa:

                                                                                                                                • para pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan atau siapa yang harus diberi tahu jika mereka merasa kurang sehat atau mencuriga bahwa mereka telah terinfeksi, berdasarkan informasi yang diberikan oleh DHHS (lihat tautan di bawah)
                                                                                                                                  • setiap pekerja yang tidak sehat tidak mendatangi tempat kerja, termasuk pekerja yang telah menjalani tes coronavirus (COVID-19) atau yang telah dikonfirmasi terinfeksi coronavirus (COVID-19)

                                                                                                                                    Bekerja dari lokasi selain dari tempat kerja biasa

                                                                                                                                    Dalam beberapa keadaan, pemberi kerja dapat meminta pekerja untuk bekerja di lokasi selain dari tempat kerja mereka yang biasa.

                                                                                                                                    Hal ini termasuk bekerja di lokasi yang berbeda, klinik yang baru dibangun, rumah sakit yang diimprovisasi, unit darurat dan perubahan dalam perawatan medis di rumah. Apakah praktik ini dapat dilakukan sewajarnya secara praktis bergantung pada ciri spesifik tempat kerja, fasilitas yang tersedia bagi pekerja dan kesempatan untuk pekerja dapat mengerjakan pekerjaan mereka dengan aman.

                                                                                                                                    Ketika membuat keputusan mengenai apakah pekerja seharusnya bekerja dari lokasi yang berbeda, pihak pemberi kerja harus berkonsultasi dengan pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan atau HSR (jika ada), dan seharusnya:

                                                                                                                                    • Mempertimbangkan apakah pekerja menghadapi risiko tinggi terkena coronavirus (COVID-19), atau mungkin mengalami komplikasi terkait virus tersebut, sebelum menempatkan mereka ke area dengan risiko paparan tinggi.
                                                                                                                                      • Mempertimbangkan apakah bekerja dari lokasi lain akan menambah risiko baru, seperti risiko yang terkait dengan penanganan bahan berbahaya secara manual atau risiko psikologis yang terkait dengan isolasi.
                                                                                                                                        • Terus-menerus mengikuti informasi terkini tentang risiko-risiko coronavirus (COVID-19) dan langkah pengendalian yang sesuai.
                                                                                                                                          • Mencari nasihat khusus untuk keadaan mereka, termasuk nasihat resmi yang diterbitkan oleh DHHS atau instansi pemerintah lainnya dan penyedia jasa hukum. Beberapa organisasi pekerja dan pemberi kerja mungkin juga memberikan panduan.
                                                                                                                                            • Mendirikan sistem-sistem komunikasi untuk memberikan informasi kepada para pekerja tentang pengaturan kerja.
                                                                                                                                              • Jika memungkinkan, pastikan bahwa jam kerja dipantau dan fleksibel.
                                                                                                                                                • Pastikan bahwa sistem-sistem bantuan sudah berlaku untuk masalah teknologi, perlengkapan dan keperluan pribadi.

                                                                                                                                                  Pihak pemberi kerja juga harus memberikan orientasi yang memadai dan pelatihan khusus konteks kerja kepada pekerja yang ditempatkan di lokasi lain dari tempat kerja mereka yang biasa.

                                                                                                                                                  Tanggung jawab hukum

                                                                                                                                                  Sesuai dengan Occupational Health and Safety Act 2004 (OHS Act) atau Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja tahun 2004 (UU K3) telah diatur bahwa pemberi kerja memiliki tanggung jawab bahwa mereka harus, sejauh yang wajar dan dapat dilakukan:

                                                                                                                                                  • Menyediakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan para pekerja dan kontraktor independen.
                                                                                                                                                    • Menyediakan fasilitas yang memadai untuk kesejahteraan pekerja dan kontraktor independen.
                                                                                                                                                      • Menyediakan informasi, instruksi, pelatihan atau pengawasan terhadap pekerja dan kontraktor independen sesuai kebutuhan agar memungkinkan orang-orang tersebut mengerjakan pekerjaan mereka dengan cara yang aman dan tanpa risiko terhadap kesehatan mereka.
                                                                                                                                                        • Memantau kesehatan para pekerja dari pemberi kerja.
                                                                                                                                                          • Memantau kondisi di tempat kerja mana pun yang berada di bawah manajemen dan kendali pemberi kerja.
                                                                                                                                                            • Menyediakan informasi tentang kesehatan dan keselamatan kepada para pekerja, termasuk (jika sesuai) dalam bahasa lain selain bahasa Inggris.
                                                                                                                                                              • Memastikan bahwa orang-orang selain dari pekerja dari pemberi kerja tersebut tidak menghadapi risiko terhadap kesehatan atau keselamatan mereka disebabkan oleh pelaksanaan usaha pemberi kerja. Berkonsultasi dengan para pekerja dan perwakilan kesehatan dan keselamatan (jika ada) tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan yang langsung berdampak pada, atau yang mungkin langsung berdampak pada mereka.

                                                                                                                                                                Seseorang yang mengurus atau mengontrol sebuah tempat kerja harus memastikan, sejauh dapat dilakukan secara wajar, bahwa tempat kerja tersebut dan cara keluar masuk tempat itu aman dan tidak berisiko pada kesehatan.

                                                                                                                                                                Menurut UU K3, pekerja juga memiliki tanggung jawab, termasuk bahwa mereka harus:

                                                                                                                                                                • Cukup menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri dan orang-orang yang mungkin terkena dampak oleh tindakan atau kelalaian pekerja itu di tempat kerja.
                                                                                                                                                                  • Bekerja sama dengan pemberi kerja mereka sehubungan dengan tindakan apa pun yang dilakukan oleh pihak pemberi kerja untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh atau diatur di dalam UU K3

                                                                                                                                                                    UU K3 mengatur peran Perwakilan Kesehatan dan Keselamatan (HSR) dalam mengajukan atau menyelesaikan permasalahan K3 kepada pemberi kerja, dan kuasa untuk membawa permasalahan tersebut ke jenjang yang lebih jauh.